daerah

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Bulukumba Jaga Kelestarian Alam Dengan Tanam Pohon

Jumat, 5 Juni 2026 | 19:51 WIB
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Dinas Lingkungan Hidup dan PT PLN (Persero) menanam pohon produktif di Lapangan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Jumat (5/6/2026).

Mediaraya.id - Bulukumba menandai Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan aksi nyata.

Ratusan pohon produktif ditanam di sekeliling Lapangan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Dinas Lingkungan Hidup, dan PT PLN (Persero) ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Di bawah tema global “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Pemda Bulukumba menjadikannya momentum untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kelestarian alam, terutama di kawasan hulu yang berperan penting bagi keberlangsungan sumber daya air Kabupaten Bulukumba.

Penanaman Pohon Produktif Jadi Investasi Masa Depan

Suasana Lapangan Borong Rappoa sejak pagi dipenuhi semangat gotong royong.

Bibit pohon produktif ditanam secara bersama-sama sebagai simbol komitmen menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di masa depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bulukumba, Emil Yusri, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah dimulai sehari sebelumnya melalui penanaman pohon di bantaran Sungai Bilanrea, Kecamatan Kindang.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini kita tandai dengan penanaman pohon produktif di pinggir Lapangan Borong Rappoa. Sebelumnya, penanaman juga telah dilakukan di bantaran Sungai Bilanrea sebagai bagian dari upaya konservasi kawasan hulu,” ungkap Emil.

Menurutnya, kawasan hulu memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketersediaan air dan mencegah kerusakan lingkungan yang dapat berdampak hingga ke wilayah hilir.

Edukasi Sampah Bernilai Ekonomi

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bulukumba tidak berhenti pada aksi penghijauan.

Dinas Lingkungan Hidup telah menyiapkan sejumlah program lanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Pekan depan, pemerintah akan menggelar aksi bersih sampah di sepanjang Pantai Merpati.

Selain itu, bekerja sama dengan Bulog Bulukumba, akan dilaksanakan program penukaran sampah dengan sembako.

Program tersebut dirancang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Emil menegaskan bahwa limbah rumah tangga tidak selalu menjadi beban lingkungan apabila dikelola dengan baik.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara tepat,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bulukumba secara konsisten menanam sekitar 2.000 pohon setiap tahun sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan berkelanjutan.

Bupati Andi Utta Ingatkan Ancaman Perubahan Iklim

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan generasi mendatang.

“Agenda ini sangat penting. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi cerminan kondisi daerah di masa depan. Tindakan yang kita lakukan sekarang adalah untuk menjamin kelangsungan hidup daerah dan generasi mendatang,” ujar Bupati.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu mencontohkan dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat, terutama pada sektor pertanian.

Salah satunya terlihat dari pola musim berbuah tanaman cengkeh yang kini semakin sulit diprediksi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa lagi ditunda.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan tanaman produktif yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi.

Kindang Jadi Benteng Konservasi Bulukumba

Andi Utta menilai Kecamatan Kindang memiliki peran vital sebagai kawasan hulu yang menjaga keseimbangan ekosistem Kabupaten Bulukumba.

Keberadaan tutupan hutan dan vegetasi di wilayah tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga daya serap air dan mengurangi risiko bencana.

“Jika pohon-pohon di Kindang habis dibabat, maka kita hanya menunggu waktu terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melawan praktik pembalakan liar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan akan menjadi salah satu sektor paling menjanjikan di masa depan.

Dengan kondisi tanah yang subur, Bulukumba dinilai memiliki keunggulan alami yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita tidak perlu melakukan banyak modifikasi karena tanah kita sudah subur. Yang terpenting adalah jangan malas. Lahan harus produktif dan jangan dibiarkan terbengkalai,” pungkasnya.

Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bulukumba menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penanaman pohon produktif, edukasi pengelolaan sampah, hingga perlindungan kawasan hulu menjadi langkah konkret menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan Bulukumba tetap hijau, produktif, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.***

Tags

Terkini