daerah

Kabulog Bulukumba Buka Suara Soal Tudingan Transparansi Maklon

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:17 WIB
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bulukumba, Faisal Armin

Mediaraya.id - Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bulukumba, Faisal Armin, membantah tudingan adanya praktik “main mata” dalam pembagian jatah maklon penggilingan gabah di Bulukumba.

Bulog menegaskan seluruh proses kerja sama dilakukan sesuai regulasi dan berdasarkan kapasitas masing-masing penggilingan.

Faisal Armin menyampaikan hal itu sebagai respons atas kritik keras DPC PERPADI Bulukumba yang sebelumnya meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit investigatif terhadap Bulog Bulukumba.

Menurut Faisal, mekanisme maklon dilakukan untuk mendukung proses pengolahan gabah hasil serapan Bulog menjadi beras.

Karena itu, pemilihan mitra penggilingan disesuaikan dengan kemampuan produksi dan kesiapan fasilitas penggilingan masing-masing pihak.

“Dalam pengelolaan gabah, Bulog tidak punya kepentingan apa pun selain menjalankan aturan yang ada,” ujar Faisal, Kamis 21 Mei 2026.

Bulog Sebut Mitra Baru Masih Anggota PERPADI

Bulog Bulukumba juga membantah tudingan adanya pemutusan kerja sama secara sepihak terhadap mitra lama.

Faisal menegaskan sebagian besar mitra penggilingan yang saat ini bekerja sama dengan Bulog justru berasal dari anggota PERPADI sendiri.

Ia menjelaskan bahwa pola kerja sama dilakukan langsung dengan penggilingan, bukan melalui asosiasi tertentu.

“Kerja sama penggilingan bukan dengan asosiasi, tetapi langsung kepada penggilingan yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 33 penggilingan yang menjadi mitra Bulog Bulukumba.

Faisal menyebut proses menjadi mitra cukup terbuka dan tidak dipersulit selama memenuhi ketentuan administrasi dan kapasitas produksi.

Stok Beras Bulukumba Masih Aman

Di tengah polemik tersebut, Bulog memastikan stok pangan untuk Kabupaten Bulukumba masih dalam kondisi aman.

Saat ini, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 47 ribu ton.

Jumlah tersebut, kata Faisal, masih akan bertambah karena sebagian gabah hasil serapan petani sementara dalam proses pengolahan di penggilingan mitra.

Bulog juga terus menambah kapasitas gudang guna mengantisipasi peningkatan serapan gabah petani saat panen raya berlangsung.

“Kami terus menambah gudang agar seluruh gabah petani yang diserap bisa tertampung dengan baik,” katanya.

PERPADI Sebelumnya Soroti Transparansi Maklon

Sebelumnya, DPC PERPADI Bulukumba melontarkan kritik terhadap tata kelola kemitraan Bulog Bulukumba.

Ketua Dewan Pakar PERPADI Bulukumba, Muh Darwis, menilai pembagian jatah maklon tidak berjalan transparan dan memicu spekulasi di kalangan pelaku usaha penggilingan padi.

“Pengambilan keputusan terkait jatah maklon tidak transparan dan terindikasi dimainkan secara person. Hal ini menimbulkan spekulasi liar mengenai adanya unsur ‘main mata’ atau kongkalikong antara oknum Bulog dengan pihak pengusaha tertentu saja,” tegasnya.

PERPADI bahkan mendesak audit menyeluruh terhadap pengelolaan internal Bulog Bulukumba, termasuk kesiapan pergudangan dan efektivitas penyerapan gabah petani lokal.

“Kami meminta BPK melakukan audit intensif kepada Perum Bulog Bulukumba. Ini penting demi menjaga uang rakyat, memastikan transparansi anggaran negara, serta melindungi kesejahteraan para pengusaha penggilingan dan petani di Bulukumba,” ujar Darwis.

Meski demikian, Bulog memastikan seluruh aktivitas pengadaan dan pengelolaan gabah tetap berjalan sesuai regulasi pemerintah dan prinsip ketahanan pangan nasional.***

Tags

Terkini