olahraga

Messi Terbang Tinggi, Ronaldo Masih Menunggu Gol Pertamanya Di Piala Dunia 2026

Senin, 22 Juni 2026 | 20:57 WIB
Cristiano Ronaldo belum mampu mencetak gol pada laga pembuka Portugal di Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Lionel Messi langsung mencuri perhatian lewat hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0.

Mediaraya.id - Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal, tetapi rivalitas dua ikon terbesar sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kembali menjadi perbincangan utama dunia.

Kedua pemain menjalani awal turnamen Piala Dunia 2026 yang sangat kontras bersama tim nasional masing-masing.

Lionel Messi tampil gemilang saat membawa Argentina meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Grup J.

Sementara, Cristiano Ronaldo harus puas melihat Portugal ditahan Republik Demokratik Kongo dengan skor 1-1 dalam pertandingan perdana Grup K.

Messi Cetak Hattrick Bersejarah Untuk Argentina

Kapten Argentina Lionel Messi menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap tampil di level tertinggi.

Pemain berusia 38 tahun itu mencetak tiga gol ke gawang Aljazair dan menjadi aktor utama kemenangan tim Tango dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Hattrick tersebut menjadi catatan istimewa dalam perjalanan karier Messi.

Untuk pertama kalinya sepanjang penampilannya di Piala Dunia, ia berhasil mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.

Tidak hanya itu, tambahan tiga gol tersebut membuat koleksi gol Messi di putaran Piala Dunia mencapai 16 gol.

Torehan tersebut menempatkannya sejajar dengan legenda Jerman, Miroslav Klose, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Penampilan luar biasa Messi juga langsung mengangkat namanya sebagai salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Banyak pengamat menilai performanya sebagai salah satu penampilan individu paling impresif pada pekan pertama kompetisi.

Portugal Gagal Menang, Ronaldo Belum Pecah Telur

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo menjalani laga pembuka yang jauh dari kata ideal.

Portugal sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik setelah João Neves mencetak gol cepat pada menit keenam.

Namun keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Republik Demokratik Kongo berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Yoane Wissa menjelang turun minum.

Sepanjang pertandingan, Portugal mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang.

Akan tetapi, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat Selecao gagal mengamankan tiga poin.

Ronaldo yang menjalani Piala Dunia keenam sepanjang kariernya juga belum mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Kehadirannya di lini depan belum cukup untuk membongkar pertahanan Kongo yang tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini menjadi pekerjaan rumah bagi Portugal apabila ingin melangkah jauh dalam turnamen.

Bagi Ronaldo sendiri, setiap pertandingan kini memiliki arti yang semakin besar dalam usahanya mengejar satu-satunya trofi utama yang belum pernah berhasil ia raih bersama tim nasional.

Rivalitas Messi Dan Ronaldo Kembali Menghangat

Selama hampir dua dekade terakhir, Messi dan Ronaldo telah mendominasi panggung sepak bola dunia.

Keduanya saling bersaing dalam perebutan gelar, penghargaan individu, hingga berbagai rekor prestisius yang sulit ditandingi generasi berikutnya.

Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbaru dalam rivalitas yang telah mendefinisikan era sepak bola modern.

Ketika Messi sukses mencuri perhatian lewat hattrick bersejarahnya, sorotan publik secara otomatis beralih kepada Ronaldo yang belum mampu memberikan dampak serupa.

Perbandingan performa keduanya kembali memenuhi ruang diskusi para penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia.

Bahkan dalam laga Portugal melawan Kongo, nama Messi sempat terdengar diteriakkan sebagian suporter sebagai bentuk perbandingan terhadap dua legenda tersebut.

Jalan Turnamen Masih Panjang

Meski Messi unggul pada babak awal persaingan, perjalanan menuju fase gugur masih panjang.

Portugal masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi saat menghadapi Uzbekistan dan Kolombia pada laga berikutnya di Grup K.

Sementara itu, Argentina akan berusaha mempertahankan momentum positif ketika menghadapi Austria dan Yordania dalam dua pertandingan tersisa di Grup J.

Apabila Messi mampu menjaga konsistensi performanya dan Ronaldo berhasil menemukan kembali ketajamannya, dunia sepak bola berpotensi menyaksikan satu babak terakhir rivalitas terbesar abad ini di panggung Piala Dunia 2026.

Dengan kualitas, pengalaman, dan mental juara yang dimiliki keduanya, cerita Messi dan Ronaldo tampaknya masih jauh dari kata selesai.***

Tags

Terkini