Mediaraya.id - Situasi mencekam pecah sesaat setelah laga panas antara PSM Makassar melawan Persib Bandung berakhir di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam.
Kekalahan 1-2 yang diterima Pasukan Ramang memicu luapan emosi ribuan suporter yang langsung turun ke lapangan sambil menyalakan flare dan petasan.
Peluit panjang wasit belum lama berbunyi ketika suasana stadion berubah tegang.
Sejumlah pendukung tuan rumah berhamburan memasuki area lapangan.
Dari tribun utara hingga selatan, flare menyala bersamaan, menghasilkan kepulan asap putih dan abu-abu yang perlahan menutupi pandangan di arena pertandingan.
Para pemain PSM terlihat berlari menuju ruang ganti untuk menghindari situasi yang semakin tidak kondusif.
Petugas keamanan dan panitia pelaksana pun bergerak cepat membentuk barikade demi mencegah bentrokan fisik antara suporter dan pemain.
Kekalahan PSM Makassar Picu Ledakan Emosi
Laga pekan ke-33 Super League 2025/2026 itu sejatinya berlangsung sengit sejak menit awal.
Namun kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan berat bagi publik Parepare yang datang dengan harapan besar melihat PSM bangkit di penghujung musim.
Alih-alih pulang dengan rasa puas, ribuan suporter justru meluapkan kekecewaan mereka di dalam stadion.
Sorak-sorai berubah menjadi teriakan protes dari balik bangku penonton.
Beberapa kelompok massa bahkan membentangkan spanduk besar di tengah lapangan sebagai bentuk kritik terbuka kepada manajemen klub.
Atmosfer emosional semakin terasa ketika suara petasan terus meledak di berbagai sudut stadion.
Kepulan asap flare berpadu dengan suara sirene petugas keamanan menciptakan suasana yang menegangkan.
Sejumlah penonton yang membawa keluarga dan anak-anak terlihat berusaha keluar stadion lebih cepat demi menghindari kericuhan yang meluas.
Flare Dan Petasan Warnai Stadion BJ Habibie
Penyalaan flare secara massal menjadi salah satu sorotan utama dalam insiden tersebut.
Cahaya merah menyala dari tribun membuat suasana stadion tampak dramatis sekaligus mencekam.
Asap tebal sempat menutupi hampir seluruh area lapangan.
Dalam beberapa momen, pandangan ke arah tribun bahkan terlihat kabur akibat padatnya asap yang mengepul.
Petugas keamanan terus memberikan imbauan kepada massa agar meninggalkan lapangan.
Namun sebagian suporter tetap bertahan sambil menyuarakan kekecewaan mereka terhadap performa tim sepanjang musim.
Kondisi ini memaksa aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sekitar akses ruang ganti pemain dan pintu keluar stadion.
Kekecewaan Suporter Jadi Akumulasi Performa Tim
Kemarahan suporter disebut bukan semata karena kekalahan dari Persib Bandung.
Banyak pendukung menilai performa PSM Makassar sepanjang musim Super League 2025/2026 mengalami penurunan drastis.
Pasukan Ramang yang sebelumnya dikenal konsisten di papan atas justru tampil inkonsisten dalam beberapa bulan terakhir.
Kritik pun mengarah kepada manajemen klub yang dianggap gagal menjaga stabilitas tim.
Di tengah kericuhan, sejumlah suporter terdengar meneriakkan tuntutan evaluasi total terhadap pengelolaan tim.
Mereka menilai klub membutuhkan perubahan besar agar kembali kompetitif di musim berikutnya.
Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan dan panitia pelaksana terus berupaya mengendalikan keadaan agar tidak berujung pada kerusakan fasilitas stadion maupun korban jiwa.
Polisi Dan Panpel Masih Berjaga
Hingga malam berakhir, aparat kepolisian masih bersiaga di dalam dan luar Stadion Gelora BJ Habibie.
Petugas berusaha membubarkan massa secara persuasif sambil mengamankan sejumlah titik yang dianggap rawan.
Insiden ini diperkirakan akan menjadi perhatian serius operator liga dan federasi sepak bola nasional.
Selain menyangkut keamanan pertandingan, kericuhan suporter juga berpotensi memengaruhi evaluasi penyelenggaraan kompetisi musim ini.
Bagi masyarakat, malam itu bukan sekadar tentang kekalahan di lapangan.
Ada rasa kecewa yang menumpuk, bercampur harapan agar klub kebanggaan mereka mampu bangkit dan kembali membawa kebanggaan bagi Sulawesi Selatan.***