Mediaraya.id - Sorak pemain muda terdengar bergema di Lapangan Bola Patallassang, Kabupaten Gowa, Sabtu, 9 Mei 2026.
Di bawah cuaca cerah sore itu, tiga tim muda dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bertemu dalam ajang Trofeo U-16 yang digelar sederhana namun penuh makna.
Bukan sekadar soal menang atau kalah, Trofeo yang diinisiasi Gowa United U-16 itu menjadi ruang pertemuan antarklub untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengasah kemampuan pemain muda menjelang kompetisi yang lebih besar.
Tiga tim yang ambil bagian yakni Bulukumba United U-16, FIFA Soccer U-16 Kabupaten Maros, dan tuan rumah Gowa United U-16.
Meski berlangsung kompetitif, suasana pertandingan tetap cair. Tawa para pemain, teriakan dukungan dari pinggir lapangan, hingga obrolan akrab antar pelatih menciptakan nuansa humanis yang jarang terlihat dalam turnamen usia muda.
FIFA Soccer Maros Tampil Konsisten
Trofeo U-16 Gowa berlangsung dengan format pertandingan singkat yang mempertemukan seluruh tim.
Setiap laga berjalan sengit, namun tetap menjunjung sportivitas.
FIFA Soccer U-16 Kabupaten Maros akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Sementara posisi kedua diraih Gowa United U-16 sebagai tuan rumah, dan Bulukumba United U-16 harus puas di posisi ketiga.
Berikut hasil akhir Trofeo U-16 Patallassang Gowa 2026:
Juara I: FIFA Soccer U-16 Kabupaten Maros
Juara II: Gowa United U-16 Kabupaten Gowa
Juara III: Bulukumba United U-16 Kabupaten Bulukumba
Meski tidak membawa pulang gelar juara, Bulukumba United U-16 justru melihat turnamen ini sebagai bagian penting dari proses pembinaan pemain muda.
Bulukumba United Utamakan Silaturahmi Dan Pengalaman
Pelatih Bulukumba United U-16, Ronal Regank, menegaskan bahwa keikutsertaan timnya dalam Trofeo U-16 bukan semata mengejar trofi.
Menurut dia, ajang seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antarklub sekaligus memberi pengalaman bertanding bagi pemain muda.
“Kami ikut dalam kegiatan pertandingan Trofeo ini bukan untuk mencari juara. Kami di sini ikut guna mempererat silaturahmi antarclub bola yang ada di kabupaten lain,” ujar Ronal.
Di tengah atmosfer persaingan yang sehat, para pemain muda tampak menikmati pertandingan dengan penuh semangat.
Sejumlah orang tua pemain juga terlihat hadir memberikan dukungan dari pinggir lapangan.
Nuansa kekeluargaan itu menjadi warna tersendiri dalam Trofeo U-16 Gowa tahun ini.
Persiapan Menuju Piala Dunia U-16 Di Bandung
Di balik ajang persahabatan tersebut, Bulukumba United U-16 ternyata tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen internasional yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Juni 2026.
Ronal menyebut Trofeo U-16 menjadi bagian dari program latihan dan evaluasi tim sebelum tampil di ajang bergengsi tersebut.
“Ini menjadi ajang latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan sepak bola Piala Dunia U-16 tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Juni 2026,” lanjutnya.
Ia mengaku optimistis dengan perkembangan para pemain sejauh ini. Fokus tim saat ini adalah menjaga kondisi fisik, kekompakan, dan mental bertanding.
“Kalau tidak ada halangan dan semua diberikan kesehatan, tim Bulukumba United siap berlaga kembali di Piala Dunia U-16 yang akan diselenggarakan bulan Juni 2026 di Bandung,” kata Ronal.
Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Muda
Trofeo U-16 di Patallassang Gowa menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia muda tidak selalu harus berlangsung megah untuk memberi dampak besar.
Pertandingan sederhana seperti ini justru menjadi ruang penting bagi pemain muda untuk tumbuh, belajar sportivitas, dan membangun jaringan pertemanan lintas daerah.
Di tengah semakin tingginya minat terhadap sepak bola usia muda di Sulawesi Selatan, kegiatan seperti Trofeo U-16 dinilai mampu menjadi fondasi pembinaan atlet masa depan.
Jika terus digelar secara rutin, bukan tidak mungkin dari lapangan sederhana di Patallassang akan lahir talenta-talenta muda yang kelak berbicara di level nasional bahkan internasional.***