Karena itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan dan menghindari bangunan atau infrastruktur yang telah mengalami kerusakan.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi 75 Jiwa
Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Masih di Mesir, Bareskrim Ungkap Kendala Pemulangannya ke Indonesia
Dampak gempa juga terus mengalami pemutakhiran.
BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa tambahan korban tersebut berasal dari Kabupaten Sikka sebanyak dua orang, Kabupaten Manggarai satu orang, dan Kabupaten Nagekeo satu orang.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bulukumba Diperkuat, Syahruni Haris Teken Komitmen Bersama
Dengan penambahan tersebut, jumlah korban meninggal dunia menjadi 75 jiwa.
“hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” kata Berton dalam konferensi pers BNPB pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Lebih Dari 92 Ribu Warga Mengungsi
Jumlah warga yang harus mengungsi juga mengalami peningkatan seiring masih terjadinya gempa susulan.
Baca Juga: Kemenkes Bangun RS di Manggarai untuk Korban Gempa NTT, Kapasitas Ditargetkan 100 Tempat Tidur
Data BNPB mencatat sebanyak 92.735 jiwa kini berada di lokasi pengungsian.
Angka tersebut bertambah 33.088 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 jiwa.
Sementara itu, jumlah rumah terdampak kerusakan mencapai 36.163 unit, atau meningkat 7.187 unit dari data sebelumnya.