Baca Juga: Sukses Kawal Paskibraka HUT ke-81 RI, Kapolres Bulukumba Beri Apresiasi kepada 5 Personel
“Mobil muatan ringan masih bisa lewat, kalau yang muatan berat sudah tidak bisa,” imbuhnya.
Kondisi ini menjadi perhatian karena jalur Trans Flores merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Gangguan pada ruas tersebut dapat berdampak terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses kendaraan penanganan bencana.
Baca Juga: BPIH 2027 Naik Rp19 Juta, Tapi Jemaah Haji Cuma Bayar Rp42,9 Juta
Gempa Susulan Masih Terjadi
Aktivitas gempa di Flores masih berlangsung setelah gempa utama pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data BMKG yang disampaikan dalam informasi tersebut, pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,8.
Episenter gempa berada sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Baca Juga: Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Diterbangkan
Gempa kembali terjadi pada pukul 15.01 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,2.
Episenternya berada sekitar 44 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Hingga pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, BMKG mencatat 3.752 aktivitas gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Venue Pembukaan di Jombang Disiapkan untuk 5.000 Orang
Rangkaian gempa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah terdampak masih tinggi.