Pada tahap awal, Kemenkes menyiapkan sekitar 60 tempat tidur bagi pasien terdampak gempa.
Baca Juga: Kapolres Bulukumba Turun Langsung Pantau Latihan Dalmas, 30 Personel Diuji Kesiapannya
Kapasitas tersebut akan ditambah secara bertahap untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah korban yang membutuhkan perawatan.
“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” kata Budi.
Seluruh tenda menggunakan material yang dirancang tahan terhadap kondisi cuaca.
Baca Juga: Dua Hari Tak Masuk Kerja, Pria di Batang Ditemukan Meninggal di Rumah
Bagian lantai juga dibuat khusus untuk menjaga kebersihan dan higienitas, mencegah genangan air ketika hujan, serta memudahkan mobilisasi peralatan medis dan tenaga kesehatan.
TNI AU Kerahkan Enam Pesawat Angkut Bantuan
Selain memperkuat layanan kesehatan, pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa NTT.
Baca Juga: BEM UI Klaim 24 Sopir Kopaja Diintimidasi Jelang Demo di Bundaran HI
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan enam pesawat angkut untuk mendukung pengiriman pangan dan berbagai perlengkapan darurat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, operasi pengiriman bantuan tersebut telah berlangsung sejak Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Nyoman, salah satu pesawat C-130J Super Hercules telah diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram.
Baca Juga: Maut di Tol Batang-Semarang Dini Hari: Ambulans Terlibat Kecelakaan Beruntun, 3 Penumpang Meninggal
“Sejak Senin, pesawat C-130J Super Hercules telah terbang menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram,” ujar Nyoman.