nasional

BEM UI Klaim 24 Sopir Kopaja Diintimidasi Jelang Demo di Bundaran HI

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:12 WIB
Massa mahasiswa BEM UI saat aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI Jakarta (Instagram/jakartainfoterkini.id)

BEM UI menilai masyarakat masih menghadapi persoalan struktural meskipun Indonesia baru saja memperingati 81 tahun kemerdekaan.

Dalam tuntutannya, mahasiswa antara lain meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Mereka juga mendesak adanya evaluasi total terhadap proyek strategis nasional serta menolak sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, Kuasa Hukum Uji Penetapan Tersangka TPPU

Selain itu, mahasiswa menyoroti pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan meminta pengembalian otonomi daerah.

BEM UI juga mendesak pemerintah menghentikan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta menolak keberadaan batalyon teritorial yang menjadi bagian dari sorotan mereka.

Desak Status Bencana Nasional Untuk NTT Dan Flores

Baca Juga: Fathinah Qauliyah Mahfud Bacakan Teks Proklamasi HUT ke-81 RI di Gantarang

Persoalan bencana turut menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi tersebut.

Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Dalam pernyataan Hafidz, tuntutan tersebut juga disebut secara khusus berkaitan dengan NTT dan Flores.

Baca Juga: Bukan Sekedar Upacara, Ini Peran Kesbangpol Bulukumba di Balik Penampilan Sempurna Paskibraka

“Tuntutan terakhir kami adalah meminta pemerintah menetapkan status Bencana Nasional di NTT dan Flores,” tegas Hafidz.

Tuntutan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap penanganan gempa besar yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Sejumlah pihak pemerintah kemudian memberikan respons terhadap desakan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini