“Karena lumpuh, ia tidak bisa bergerak atau berbicara, sehingga baru pada hari keempat keluarganya akhirnya menemukannya,” ujar Riba, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Kamis (20/8/2026).
Riba menggambarkan keselamatan Paulina sebagai sesuatu yang sulit dipercaya setelah ia bertahan selama empat hari di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Venue Pembukaan di Jombang Disiapkan untuk 5.000 Orang
“Rasanya sulit dipercaya, hampir seperti keajaiban,” imbuhnya.
Paulina Dievakuasi Ke Puskesmas
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno membenarkan proses evakuasi Paulina oleh masyarakat Desa Nitunglea pada Selasa siang.
Setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, Paulina langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Masih di Mesir, Bareskrim Ungkap Kendala Pemulangannya ke Indonesia
“Dievakuasi kemarin siang, sudah dibawa ke Puskesmas terdekat korban selamat,” ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Desa Nitunglea sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang terisolasi akibat dampak gempa dan longsor yang menutup akses menuju permukiman.
Material longsoran berupa batu besar dan pohon dilaporkan menutup akses darat.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bulukumba Diperkuat, Syahruni Haris Teken Komitmen Bersama
Kondisi tersebut membuat desa hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar tiga jam dari dermaga.
Situasi ini turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi dan penanganan warga terdampak bencana di wilayah tersebut.
Pengungsi NTT Dapat Trauma Healing