“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap,” kata Fauzi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa, terutama mereka yang masih berada di lokasi pengungsian atau wilayah yang aksesnya terdampak bencana.
Rendang Dipilih karena Praktis Dan Tahan Lama
Baca Juga: Kapolres Bulukumba Turun Langsung Pantau Latihan Dalmas, 30 Personel Diuji Kesiapannya
Pemilihan rendang sebagai bantuan pangan bukan tanpa alasan.
Kuliner khas Minangkabau itu dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan dalam situasi kebencanaan.
Fauzi menjelaskan rendang merupakan makanan siap santap yang relatif tahan lama dan praktis dikonsumsi.
Baca Juga: Dua Hari Tak Masuk Kerja, Pria di Batang Ditemukan Meninggal di Rumah
“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana,” ujarnya.
Menurut dia, bantuan tersebut bukan sekadar mengirim makanan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas masyarakat Minangkabau kepada warga NTT yang sedang menghadapi masa sulit.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tandas Fauzi.
Baca Juga: BEM UI Klaim 24 Sopir Kopaja Diintimidasi Jelang Demo di Bundaran HI
Solidaritas Di Tengah Bencana
Aksi pengiriman rendang dari Sumatera Barat memperlihatkan bahwa respons kemanusiaan terhadap bencana tidak hanya datang dari pemerintah maupun lembaga resmi.
Masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok adat juga dapat mengambil peran dengan menggalang bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak.