Fadly mengatakan kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata.
Baca Juga: Kemenkes Bangun RS di Manggarai untuk Korban Gempa NTT, Kapasitas Ditargetkan 100 Tempat Tidur
Menurutnya, musibah dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa pun tanpa mengenal batas wilayah.
Ia kemudian mengingat kembali pengalaman masyarakat Sumatera Barat ketika gempa bumi melanda Kota Padang pada 2009.
Saat itu, bantuan dari berbagai daerah datang untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Viral! Pria Tanpa Busana Serang Pemotor di Lenteng Agung, Dua Pengendara Jadi Korban
“Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu,” kata Fadly.
Karena itu, Fadly menilai sudah waktunya masyarakat Minangkabau memberikan bantuan kepada saudara-saudara mereka di NTT yang tengah menghadapi musibah.
“Dulu kami dibantu, karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kini giliran kita yang hadir dan memberikan bantuan,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi II DPRD Bulukumba Lanjutkan Pembahasan PPAS APBD 2027
700 Kilogram Rendang Sudah Dikirim
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengatakan bantuan rendang tersebut dikumpulkan melalui semangat gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau.
Dari target 5 ton, sebanyak 700 kilogram rendang telah dikirim lebih dahulu melalui penerbangan TNI Angkatan Udara.
Pengiriman bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Polwan Bentangkan Spanduk “Kami Siap Melayani”, Mahasiswa BEM UI Malah Roasting: “Udah Siap Belum?”