mancanegara

Dua Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan Ke Gaza

Senin, 18 Mei 2026 | 22:33 WIB
Dua jurnalis Republika dilaporkan ditangkap militer Israel ketika mengikuti armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Senin (18/5/2026).

Mediaraya.id - Dua jurnalis dari media nasional Republika dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional menuju Gaza melalui armada Global Sumud Flotilla, Senin (18/5/2026).

Kedua jurnalis tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Mereka berada dalam rombongan relawan kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza di tengah blokade dan konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Informasi penangkapan dikonfirmasi langsung oleh Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.

Muhyiddin menyebut kedua jurnalis tersebut tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput misi kemanusiaan internasional.

“Kami mengecam tindakan penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesinya,” kata Andi dalam keterangannya.

Dicegat Di Tengah Perjalanan

Menurut sejumlah laporan media nasional, armada Global Sumud Flotilla dicegat aparat Israel saat berlayar menuju Gaza.

Sebelum komunikasi terputus, peserta misi sempat mengirim pesan darurat atau SOS yang menyebut situasi di kapal dalam kondisi mencekam.

Selain dua jurnalis Indonesia, beberapa aktivis internasional dan warga sipil lainnya juga dilaporkan ikut diamankan dalam operasi tersebut.

Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terbaru para peserta misi, termasuk warga negara Indonesia yang berada di dalam kapal.

Respons Publik Dan Organisasi

Insiden ini memicu reaksi dari berbagai pihak di Indonesia.

Sejumlah organisasi masyarakat dan tokoh publik mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik guna memastikan keselamatan para WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengecam tindakan Israel yang dinilai menghambat misi kemanusiaan serta mengancam kebebasan pers di wilayah konflik.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan internasional terkait keselamatan jurnalis dan relawan kemanusiaan di kawasan konflik Palestina.***

Tags

Terkini